Wabup Inhil Ikuti Pertemuan Virtual Bersama Kementerian Kesehatan
KILASRIAU.com - Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini, yang juga memegang amanah sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), ikuti pertemuan virtual bersama Kementerian Kesehatan dan seluruh TPPS se Indonesia.
Rapat tersebut diikuti Yuliantini bersama jajaran Dinas Kesehatan, Bappeda dan Perangkat Daerah terkait, dari Bilik Video Conference Dinas Kominfopers Inhil, pada Senin (10/11) siang.
Ikuti rapat yang beragendakan tentang publikasi data capaian intervensi stunting bidang kesehatan Triwulan III Tahun 2025 tersebut, menjadi motivasi bagi Ketua TPPS dan tim untuk memenuhi indikator penanganan stunting.
- Cek Kesehatan Personel Pos Pelayanan Pelabuhan, Pastikan Kesiapan Ops Ketupat 2026
- Polsek Tempuling Sediakan Cek Kesehatan Gratis di Pos Pelayanan Lebaran 2026 untuk Pemudik
- Dinkes Inhil Bantah Uang Terima Kasih Rp1,2 Juta di Puskesmas Iliran
- Pengangkutan Limbah Medis RSUD Raja Musa Rampung, dr Ronny Lesmana: Ini Bagian dari Tanggung Jawab Rumah Sakit Untuk Melindungi Masyarakat
- Ketua Komisi IV DPRD Inhil Geram Dugaan Pungli di Puskesmas Iliran, Minta Dinkes Bertindak
"Kita akan cermati capaian indikator di Inhil, yang sudah baik dipertahanakn, yang belum akan dilakukan percepatan, terkait perbaikan masalah gizi, sanitasi dan pernikahan dini," kata Yuliantini.
Upaya percepatan penangan stunting tersebut, kata Wakil Bupati Inhil memerlukan kolaborasi lintas sektor.
"Kita tidak bisa melakukannya sendiri atau menitikberatkan pada satu OPD saja, semua pihak mesti bersinergi memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting. Demi mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik," imbuh Wakil Bupati.
Untuk informasi, terdapat 11 indikator spesifik penanganan stunting, diantaranya, Skrining anemia pada remaja putri; Konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri; Pemeriksaan kehamilan (ANC) terpadu ; Konsumsi TTD ibu hamil;
Pemberian makanan tambahan ibu hamil KEK ; Pemantauan pertumbuhan balita; ASI eksklusif; MPASI kaya protein hewani; Tata laksana balita gizi kurang; Imunisasi dasar lengkap; dan Desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).


Tulis Komentar